Desa sarijaya Kec.Majalaya Kab.Karawang - Jawa barat

Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Khasiat Buah Huni untuk Kesehatan



Buah Huni atau juga biasa disebut buni adalah tanaman berbentuk pohon yang sudah lama di kenal mempunyai khasiat pengobatan.

Nama Ilmiah dari buah huni adalah Antidesma bunius dan tanaman ini adalah tanaman asli Indonesia, dan bisa juga bisa di jumpai di negara asia. Buah Huni masuk dalam keluarga euphorbiaceae.

Buah huni saat ini agak sulit dijumpai ditanam oleh masyarakat, walaupun tanaman wuni ini banyak sekali manfaatnya terutama untuk kesehatan.



Nama lokal buah Huni di berbagai daerah di Indonesia antara lain :
  1. Sunda = Huni, Huni gedeh, Huni wera, beras-beras, wuni (Sunda)
  2. Jawa = wuni (Jawa);
  3. Bugis-Makasar = bunih, katakuti, barune, bunetedong  
  4. Sumatra Utara = buah monton  
  5. NTT = bune ;
  6. Gorontalo = takuti ;
  7. Sumbawa = barune ;
  8. Lampung = bonia ;
  9. Madura = bumeh 


Buah huni atau buni biasa tumbuh di pekarangan rumah, buahnya cukup menarik dan rasanya asam manis.   Buah wuni ini cukup kecil dalam untaian panjang seperti buah merica tapi agak gede dikit dari ukuran merica.

Di Indonesia orang biasa di jadikan rujak.
Buah buni yang sudah matang warnanya biru kehitaman dan biasa digunakan sebagai pewarna biru alami.

Daunnya muda bisa dimakan sebagai lalapan rasanya asam. daun mudanya bisa dipakai sebagai pengganti tomat untuk mengolah masakan ikan seperti untuk membuat sup ikan kuah asam. 


Khasiat Buah Huni untuk Kesehatan 

PENYAKIT SIFILIS  Bahan yang harus di siapkan
  • Daun buni 10 gram
  • Daun cakar ayam 10 gram
  • Daun sambiloto 5 gram
  • Daun rumput mutiara 5 gram
  • Daun sendok 5 gram

    Cara membuatRebus seluruh bahan dengan 2 gelas air (sekitar 400—500 cc) hingga mendidih. Diamkan hingga dingin kemudian minum tanpa ampas 2—3 kali sehari sebelum makan.

KURANG DARAH
  • Ambil 45 butir Buah Huni matang. 
  • Tambahkan 2 ruas jari asam kawak, 
  • 1 jari kunyit. 
  • Tumbuk semuanya sampai halus.

    Setelah itu, Tambahkan ½ cangkir air matang dan 1 sendok makan madu. Aduk sampai rata, peras dan saring. Lakukan pengobatan sampai sembuh.  


JATUNG BERDEBAR
  • Ambil buah buni sebanyak 30 butir. 
  • Tambahkan 10 lembar daun sembung, 
  • 1 jari kayu manis, 
  • ½ jari jahe, 
  • Gula enau 2 jari. 

  • Cuci semua bahan dan potong-potong seperlunya. 
  • Kemudian rebus dengan 4 gelas air bersih sampai tersisa 2 gelas. 

Dinginkan lalu saring, bagi menjadi 2. 
Minum ramuan ini pagi dan malam.


HIPERTESI
  • Gunakan 35 butir buah huni matang. 
  • Cuci bersih lalu buang bijinya. 
  • Tumbuk atau blender sampai halus. 

Makan ramuan ini sekaligus, dan segera minum air hangat sesudahnya. Lakukan sampai sembuh

Semoga Bermanfaat

Share:

Rujak HUNI


Bagi orang wanajaya generasi tahun 80-90an mungkin sudah tidak asing lagi dan sempat mencicip buah buni yang asam-asam mengoyangkan lidah.

Buah huni ini dulu memang sering di jadikan bahan campuran untuk membuat Rujak tapi sayang keberadaannya sekarang sudah sangat langka.

Ditengah gencarnya makanan kekinian, ternyata buah buni masih di buru dan di sukai di beberapa daerah di jawa barat pada umumnya bahkan di Kampung wanajaya pun masih ada pohonnya dan sering berbuah di kala musimnya tiba.

Buah huni inil berwarna cantik ini memilili banyak nama sebutan antara lain buni, wuni ataupun huni. 
Untuk membuat rujak huni, di butuhkan bahan yang terbilang simpel dan sederhana mulai dari cabai rawit, gula merah/gula pasir, garam dan buah buni itu sendiri.

Cara menyantapnya juga unik, rujak bisa di makan langsung ataupun dijadikan cocolan buah-buahan lain. Rasanya yang dominan asam segar dijamin bikin mata merem melek saat memakan rujak ini 

Meskipun saat menyantapnya harus membuang biji kecil, tapi sekali suap, rasanya bikin nagih.

Di wanajaya buah huni dikala musimnya tiba di penjual kisaran harga 500/ kantong plastik
Rujak huni bisa di bilang langka. karena selain buah ini tumbuhnya musiman, pohonnya pun sudah mulai sulit di temui.

Nah, para pembaca yang budiman di manapun berada di tempat kalian masih ada atau enggak nih buah huni?.......
Share: